Arsip Kategori: Ekonomi

Berita Ekonomi, pemikiran blogger tentang ekonomi

Solusi Mengatasi Situs CPNS Online Yang lemot


Sangat banyak teman-teman calon peserta Seleksi CPNS 2018 yang sangat mengeluhkan situs-situs CPNS Online Yang Error Atau Tidak Dapat Di Akses. Jujur saja sayapun tidak tahu pasti apa penyebab pasti situs-situs tersebut error atau Blank? Namun saya menduga hal ini terjadi karena beberapa hal sebagai berikut:
1. Jaringan Lemot
Jika jaringan yang kita gunakan untuk mengakses portal sscn.bkn.go.id lambat loading (lola), bisa dipastikan halaman portal tersebut tidak terbuka dengan sempurna. Jangankan portal SSCN, namun portal atau situs-situs lain pun tidak akan terbuka dengan sempurna jika jaringan yang kita gunakan memiliki kecepatan yang lemah.
2. Server Sibuk (Overload)
Sebagaimana yang kita tahu bahwa penerimaan CPNS tahun 2018 ini terbilang cukup banyak formasi yang dibutuhkan, sehingga jumlah pelamarun banyak yang sedang mengakses server tersebt.

3. Adanya Pembaharuan (Update)
Nah faktor penyebab upload dokumen di SSCN error yang ketiga bisa dikarenakan adanya pembaharuan atau input data yang dilakukan oleh pihak panitia ataupun Admin portal https://sscn.bkn.go.id dan portal CPNS 2018 lainnya. Hal ini juga bisa menjadi penyebab sehingga tampilan portal tersebut tidak terbuka dengan sempurna.
Dengan merujuk kepada tiga kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya error pada website SSCN seperti yang disebutkan di atas. Maka beberapa solusi yang mungkin sedikitnya bisa membantu teman-teman yang saat ini memang sedang mengalami kendala akan hal tersebut. Silahkan simak di bawah ini.

Solusi Mengatasi Upload Dokumen Yang Error di SSCN
1. Jika anda merasa jaringan anda memang lambat, solusinya silahkan gunakan koneksi yang lain yang lebih kencang, dan silahkan juga gunakan komputer/laptop lain, jika diperlukan silahkan langsung ke warnet.
2. Jika anda merasa bahwa anda tidak mempunyai masalah terkait koneksi jaringan internet anda, maka kemungkinan servernya sedang sibuk atau sedang ada pembaharuan (update) portal SSCN. Solusi yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut:
Tekan di keyboard tombol Logo Windows + R (Bersamaan) Kemudian Ketik CMD seperti contoh penerapan berikut. Masukkan kode : ping sscn.bkn.go.id -t  dan tunggu kira-kira sampai 1 menit Terakhir,
silahkan buka kembali portal https://sscn.bkn.go.id atau portal.CPNS.2018.lainnya Cara ini berguna untuk mengecek ping jaringan dan website saja, namun dengan cara ini otomatis komputer akan mendeteksi bahwa situs tersebut adalah situs yang sudah dibookmark, sehingga dengan begitu akan menjadi lebih cepat untuk masuk ke website atau portal yang sedang sibuk tersebut. Ibaratnya komputer kita sudah mengetahui dan menyimpan tampilan website yang kita tuju, dengan begitu kita akan menjadi lebih cepat karena komputer sudah mengenalinya terlebih dahulu.
3. Jika permasalahannya memang dikarenakan ramainya pengunjung yang mengakses secara bersamaan, maka jika cara tersebut di nomor 2 tidak mampu mengatasi masalahnya, maka silahkan anda akses atau membuka kembali portal https://sscn.bkn.go.id pada saat lengang, antara jam 1 sampai jam 4 dini hari.
4. Jika ketiga cara diatas juga tidak dapat mengatasi permasalahan tersebut, cara terakhir adalah BERSABAR. Kenapa harus bersabar? Karena memang tidak ada solusi lain selain bersabar, usaha sudah, tapi tetap belum bisa, apa mau dikata? ya sudah sabar-sabar aja sampai bisa. Namun dengan catatan anda harus sering-sering mencoba kembali. Jangan sampai hingga batas akhir pendaftaran anda belum berhasil mengupload dokumen dan mencetak nomor. Dan jika pun hal itu terjadi, siapa yang salah? Saya juga tidak tahu, kita tunggu saja bagaimana nantinya solusi yang diberikan oleh pihak Panitia Penerimaan CPNS 2018.

Tahun ini 20 BUMN Lagi akan diprivatisasi


Pada tahun 2009 ini, Kementrian BUMN menyiapkan 20 Perusahaan masuk dalam Program privatisasi atau Program Tahunan Privatisasi (PTP) 2009, sebagian merupakan carry over(limpahan) dari PTP 2008.

Dicuplik dari Jawapos (www.jawapos.com), Selasa, 17 Februari 2008, pada rencananya 10 diantaranya akan menggunakan mekanisme penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) yang terdiri dari PT. Pembangunan Perumahan dengan maksimal 30% dari total kepemilikan saham, PT. Waskita Karya (maksimal 35%), Bank BTN (maksimal 30%), dan PT Krakatau steel (maksimal 49%).

PT Garuda Indonesia (maksimal 49 persen), PTPN III (maksimal 30 persen), PTPN IV (maksimal 30 persen), PTPN VII (maksimal 30 persen), PT Asuransi Jasa Indonesia (maksimal 30 persen), dan PT Rekayasa Industri (maksimal 4,7 persen).

Tujuh BUMN juga akan diprivatisasi dengan pola penjualan strategis atau strategic sales. Antara lain, PT Rukindo, PT Bahtera Adiguna, PT Industri Sandang, dan PT Sarana Karya. ”Divestasi empat BUMN ini bisa dilakukan hingga 100 persen saham.

Pola strategic sales juga dilakukan pada PT Cambrics Primissima (maksimal 52,79 persen), PT Industri Gelas (maksimal 63,82 persen), dan PT Bank BNI Tbk melalui green shoe (maksimal 4,24 persen), Semen Kupang (maksimal 61,48 persen), dan Semen Baturaja (maksimal 35 persen)

Perlu diketahui, Negara kita, mempunyai sekitar 150 perusahaan BUMN dan rencananya secara perlahan akan dirampingkan hingga menjadi 90 BUMN. Pemerintah selama ini selalu berdalih Privatisasi BUMN tujuannya dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memeperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas kepemilikan saham masyarakat. Sementara itu Meneg BUMN Sofyan Djalil pada Kominfo Newsroom, 21/1/2008 dulu beralasan Privatisasi BUMN dilakukan tidak untuk menjual BUMN, melainkan untuk memberdayakan BUMN itu sendiri, sehingga akan menjadikan BUMN lebih transparan dan dinamis.

Sekilas seolah masyarakat luar dilibatkan dalam kepemilikan BUMN, tapi ingat masyarakat bukanlan dalam artian masyarakat secara umum, tetapi memiliki makna khusus, yaitu investor.
berbicara investor, apabila privatisasi dilakukan dengan IPO maka investor yang dimaksud adalah inverstor pasar modal dan investor tunggal apabila melalui strategic sales. Investor di pasar modal maupun investor tunggal bisa berasal dari dalam negeri atau dari luar negeri. Sementara yang dimaksud investor itu sendiri adalah individu yang melakukan investasi.

Jadi intinya tidak mungkinlah privatisasi akan menciptakan kepemilikan masyarakat, sebab kehidupan masyarakat sudah sulit dan mahalnya harga bahan pokok, pendidikan dan kesehatan apalagi melakukan investasi di pasar modal. Ingat di tahun 2007 privatisasi telah membuat 60% pasar modal kita dikuasai asing sehingga privatisasi melalui IPO hanya memeperkuat kekeuatan liberalis asing di negara kita, atau jangan-jangan privatisasi hanya untuk menutupi defisit pada APBN.