Tahun ini 20 BUMN Lagi akan diprivatisasi


Pada tahun 2009 ini, Kementrian BUMN menyiapkan 20 Perusahaan masuk dalam Program privatisasi atau Program Tahunan Privatisasi (PTP) 2009, sebagian merupakan carry over(limpahan) dari PTP 2008.

Dicuplik dari Jawapos (www.jawapos.com), Selasa, 17 Februari 2008, pada rencananya 10 diantaranya akan menggunakan mekanisme penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) yang terdiri dari PT. Pembangunan Perumahan dengan maksimal 30% dari total kepemilikan saham, PT. Waskita Karya (maksimal 35%), Bank BTN (maksimal 30%), dan PT Krakatau steel (maksimal 49%).

PT Garuda Indonesia (maksimal 49 persen), PTPN III (maksimal 30 persen), PTPN IV (maksimal 30 persen), PTPN VII (maksimal 30 persen), PT Asuransi Jasa Indonesia (maksimal 30 persen), dan PT Rekayasa Industri (maksimal 4,7 persen).

Tujuh BUMN juga akan diprivatisasi dengan pola penjualan strategis atau strategic sales. Antara lain, PT Rukindo, PT Bahtera Adiguna, PT Industri Sandang, dan PT Sarana Karya. ”Divestasi empat BUMN ini bisa dilakukan hingga 100 persen saham.

Pola strategic sales juga dilakukan pada PT Cambrics Primissima (maksimal 52,79 persen), PT Industri Gelas (maksimal 63,82 persen), dan PT Bank BNI Tbk melalui green shoe (maksimal 4,24 persen), Semen Kupang (maksimal 61,48 persen), dan Semen Baturaja (maksimal 35 persen)

Perlu diketahui, Negara kita, mempunyai sekitar 150 perusahaan BUMN dan rencananya secara perlahan akan dirampingkan hingga menjadi 90 BUMN. Pemerintah selama ini selalu berdalih Privatisasi BUMN tujuannya dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memeperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas kepemilikan saham masyarakat. Sementara itu Meneg BUMN Sofyan Djalil pada Kominfo Newsroom, 21/1/2008 dulu beralasan Privatisasi BUMN dilakukan tidak untuk menjual BUMN, melainkan untuk memberdayakan BUMN itu sendiri, sehingga akan menjadikan BUMN lebih transparan dan dinamis.

Sekilas seolah masyarakat luar dilibatkan dalam kepemilikan BUMN, tapi ingat masyarakat bukanlan dalam artian masyarakat secara umum, tetapi memiliki makna khusus, yaitu investor.
berbicara investor, apabila privatisasi dilakukan dengan IPO maka investor yang dimaksud adalah inverstor pasar modal dan investor tunggal apabila melalui strategic sales. Investor di pasar modal maupun investor tunggal bisa berasal dari dalam negeri atau dari luar negeri. Sementara yang dimaksud investor itu sendiri adalah individu yang melakukan investasi.

Jadi intinya tidak mungkinlah privatisasi akan menciptakan kepemilikan masyarakat, sebab kehidupan masyarakat sudah sulit dan mahalnya harga bahan pokok, pendidikan dan kesehatan apalagi melakukan investasi di pasar modal. Ingat di tahun 2007 privatisasi telah membuat 60% pasar modal kita dikuasai asing sehingga privatisasi melalui IPO hanya memeperkuat kekeuatan liberalis asing di negara kita, atau jangan-jangan privatisasi hanya untuk menutupi defisit pada APBN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s